Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
Satupena Riau Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Karya Dodi Irawan Bakaghojo
Minggu 24 Mei 2026, 19:20 WIB
👁17084

 

Pekanbaru, berazamcom - Perkumpulan Penulis Satupena Riau menggelar peluncuran buku puisi dan novel karya pengurus Satupena Riau, Dodi Irawan Bakaghojoo, Minggu, 24 Mei 2026 di Pendopo Kopi, Jl Pelangi Pekanbaru. 

Acara ini dihadiri sejumlah sastrawan Riau seperti, Dr. Husnu Abadi, Fakhrunnas MA Jabbar, Aris Abeba, H. Syarifuddin Sei Gergaji, Lusi Di amanda dengan sejumlah pegiat literasi dan komunitas baca di Riau. 

Kegiatan bedah buku ini menghadirkan dua orang narasumber, yakni Dheni Kurnia, Sastrawan Riau yang juga Ketua JMSI Riau serta Dr. Bambang Karyawan, sastrawan dan penulis kawakan asal Riau. 

"Acara ini sebagai wujud dukungan Satupena Riau terhadap para penulis di Riau sekaligus ajang silaturahmi antara pecinta sastra dan pegiat literasi," ungkap Ketua Satupena Riau, Satria Utama Batubara. 

Ditambahkan pria yang akrab disapa Saut Albara ini, ke depan, Satupena Riau akan kembali mengaktifkan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan minat menulis di kalangan generasi muda. 

"Beberapa waktu terakhir, saya dan bung Dodi telah melakukan roadshow ke beberapa kampus untuk memotivasi mahasiswa melek literasi dan menulis," ujarnya. 

Sementara itu, Dodi Irawan mengatakan, dirinya sangat senang dapat meluncurkan buku puisi dan novel karyanya sekaligus membedah buku hasil karyanya tersebut. 

"Ini semakin menambah semangat saya untuk terus menulis dan berkarya di masa yang akan datang," ujar pria yang juga merupakan anggota DPRD Riau itu. 

Dijelaskan Dodi, untuk buku puisi yang berjudul 'Qiblatain' merupakan buku keduanya. Berbeda dengan buku puisi pertama yang berjudul, "Pesajian" yang sarat kritik sosial, buku kedua ini lebih bernuasa religius. 

"Puisi-puisi dalam buku ini saya dedikasikan untuk almarhum ayah saya, sebab sebagian besar tema puisi di buku ini terinspirasi saya menemani ayah saya melaksanakan ibadah umroh. Dua bulan setelah umroh, ayah saya wafat," ungkap Dodi. 

Sedangkan buku novel "Cinta Setajam Samurai, Seindah Sakura" merupakan novel perdana Dodi yang mengangkat kisah kehidupan seorang pemuda Indonesia yang bekerja di Jepang. Di negeri Sakura tersebut ia tertarik dengan seorang wanita, sementara di tanah air ia sudah punya kekasih. 

Suasana acara peluncuran dan Bedah buku ini semakin semarak dengan penampilan sejumlah undangan seperti, Alex Latah Tuah, Ketua Satupena Riau Satria Utama, Sastrawan Husnu Abadi dan Dodi Irawan membacakan puisi yang ada di buku Qiblatain. ***




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top