Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
Menyala! BMKG Deteksi 251 Titik Panas di Riau Hari ini
Rabu 11 Februari 2026, 13:21 WIB
👁23179
Ilustrasi

 

Pekanbaru, berazamcom - Provinsi Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Sumatera.

Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, hingga Rabu (11/2/2026), total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 336 titik, dengan 251 titik di antaranya berada di Riau.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menjelaskan, sebaran hotspot tersebut menjadi indikator penting potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan gambut.
Baca juga: Sebaran Hotspot Riau Masih Tinggi Hari ini, Bengkalis dan Pelalawan Dominan

“Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit hari ini, total hotspot di Sumatera terdeteksi sebanyak 336 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 251 titik,” ujarnya.

BMKG merinci, titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi, yakni Aceh 20 titik, Jambi 3 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Utara 16 titik, Sumatera Selatan 2 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Bangka Belitung 25 titik dan Riau 251 titik.

Di Provinsi Riau, sebaran hotspot paling dominan berada di beberapa kabupaten yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan karhutla.
Baca juga: BMKG Temukan 170 Hotspot di Sumatera, 113 Titik Panas Menyala di Riau

Rinciannya, Kabupaten Bengkalis 139 titik, Kabupaten Pelalawan 84 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 18 titik.

Kemudian di Kabupaten Siak 6 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik dan Kota Dumai 1 titik.

Menurut Gita, konsentrasi hotspot yang tinggi perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Hotspot Sumatera Capai 276 Titik, Riau Sisa 47 Titik Panas

“Wilayah dengan jumlah hotspot tinggi perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada area lahan gambut dan perkebunan yang rentan terbakar,” pungkasnya. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top