Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
304 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Ditemukan di Riau
Senin 12 Januari 2026, 09:10 WIB
👁29645
Ilustrasi

 

Pekanbaru, berazamcom - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, selama kurun waktu tahun 2025 mendapatkan laporan terdapat 304 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak. Kasus PMK tersebut terjadi di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dari delapan daerah tersebut Kabupaten Indragiri Hulu dilaporkan menjadi daerah yang paling banyak hewan ternaknya terjangkit PMK. Yakni sebanyak 143 kasus.

“Selama kurun waktu tahun 2025, terdapat 304 kasus PMK di Riau. Dari ratusan ternak yang terpapar PMK tersebut, terdapat satu ternak yang mati yakni di Kota Dumai,” katanya, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, setelah Indragiri Hulu, daerah selanjutnya yang banyak ditemukan kasus PMK yakni Kabupaten Siak yakni 65 kasus. Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus. Indragiri Hilir 19 kasus.

“Selanjutnya Kabupaten Kampar sebanyak 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus dan Rokan Hilir 1 kasus,” paparnya.

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya juga telah melaksanakan vaksinasi kepada hewan ternak di Provinsi Riau. Vaksinasi dilakukan di 12 kabupaten/kota dan juga di UPT milik Dinas PKH Provinsi Riau.

“Selama tahun 2025, vaksinasi PMK dilakukan kepada 40 ribu hewan ternak di Riau. Vaksinasi dilakukan diseluruh daerah di Riau meskipun didaerah tersebut tidak ditemukan kasus PMK,” paparnya seperti dikutip dari mediacenter riau.

Dinas PKH Riau juga mengimbau para peternak untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit ternak, terutama di musim hujan dan banjir seperti saat ini. Selain PMK, ancaman penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga meningkat akibat cuaca ekstrem.

"Musim hujan dan banjir dapat mempercepat penyebaran virus. Kami meminta peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang sakit," pintanya. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top