Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
Bahas Program Usulan APBD Tahun 2026, Komisi IV DPRD Riau Gelar Hearing Bersama BPBD
Kamis 20 November 2025, 23:01 WIB
👁234490
Ketua Komisi IV DPRD Riau Makmun Solihin

 

Pekanbaru, berazamcom - Komisi IV DPRD Provinsi Riau menggelar hearing bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis, 20 November 2025.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Riau Makmun Solihin. Rapat ini membahas program-program anggaran untuk diusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026.

Ia menjelaskan, BPBD Provinsi Riau mengusulkan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk mitigasi bencana di Riau. Rencananya, anggaran ini akan dialirkan untuk pendanaan belanja rutin, penanganan bencana, dan perawatan dan pembelian peralatan kebencanaan.

"Kami bersama BPBD Riau membahas tentang Pagu Anggaran untuk tahun 2026. Mereka mengusulkan sekitar Rp18 miliar, tetapi ini masih ada efisiensi dan pengurangan-pengurangan lainnya," ujarnya.

Menurutnya, anggaran yang diajukan terdiri dari belanja rutin sebesar 87 persen. Selain itu, persiapan penanganan bencana alam yang mencapai 13 kegiatan.

"Memang mitigasi bencana itu sangat penting, apalagi bencana di Riau ini biasanya adalah bencana banjir dan kebakaran. Ini butuh penanganan yang efektif dan efisien," jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya masih membahas lebih lanjut mengenai jumlah anggaran tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal yang masih bisa dirampingkan agar belanja tidak membengkak.

"Kita minta agar perlengkapan yang sudah tua dan sudah tidak berproduksi,   diputihkan saja. Karena anggaran perawatannya mahal. Setelah diputihkan, maka anggaran perawatan itu bisa dialihkan untuk logistik bencana," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menganggap sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan jumlah peralatan penanganan bencana alam di Riau. Sehingga, saat bencana terjadi, BPBD Riau dapat bekerja maksimal.

"Kita sangat menganggap penting agar alat-alat penanganan bencana menjadi diperbaharui dan dilengkapi. Lebih canggih dan lebih banyak, tentu akan lebih baik, ini masih akan terus kita maksimalkan," pungkasnya. [Advertorial]

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top