Jumat, 4 September 2026

Breaking News

  • Kolaborasi Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Jemput Bola ke Pemprov Perbaiki Drainase   ●   
  • Riau Dikepung 234 Hotspot, Inhil dan Bengkalis Mendominasi   ●   
  • Bupati Afni Temui Dirjen Keuda, Bahas DBH Siak yang Belum disalurkan   ●   
  • Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Apresiasi MAN 1 Pekanbaru di Pembukaan OMI 2026   ●   
  • 1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau Sumbang 26 Titik   ●   
Tim Riset Sosek Perikanan UNRI Petakan Rantai Pasok Ikan Laut Inhil
Minggu 07 Agustus 2022, 13:17 WIB
👁1172148
Ir Eni Yulinda MP dan Tim Riset Unri yang dipimpinnya saat survey di Inhil [foto-foto mas]

Tembilahan, berazamcom -- Tim Riset Sosial Ekonomi Perikanan FPK Universitas Riau yang dipimpin Ir Eni Yulinda MP, dalam sebulan terakhir memetakan pola rantai pasokan (supply chain) perikanan tangkap di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Inhil adalah sentra terbesar produksi ikan laut di perairan Riau Bahagian Selatan, yang daerah tangkapan ikannya mencapai perairan Laut Tiongkok Selatan.

Menurut Eni Yulinda, Minggu (7/8/22), tim yang dipimpinnya beranggota lima orang, termasuk dua dosen peneliti, yaitu Ir Ridar Hendri MSi, Clara Yolandika SP MSi, dan Lamun Bathara SPi MSi. Dijelaskan, tim turun ke Inhil awal Juli lalu, mewawancarai 95 nelayan di Tanjung Pasir, Tanah Merah, dan Kuala Enok. Dua penyuluh perikanan laut, Budianto SPi, dan Riswanda SPi ikut mendampingi tim ini.

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola rantai pasokan ikan laut di wilayah tersebut. Mulai dari siapa saja entitas yang terlibat dalam sistem rantai pasokan (nelayan, pedagang pengumpu, agen, dan eksportir), sampai kepada kelancaran arus ikan, arus uang, dan arus informasi di antara para entitas itu. “Kita ingin melihat bagaimana kemampuan nelayan menyediakan stok ikan yang dibutuhkan pedagang/ekportir, bagaimana mereka memenuhi stok jika produksi ikan turun, dan bagaimana pula mereka mengelola stok ikan jika produksi melimpah,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, semua rantai pasokan ikan tersebut harus dikelola dengan baik, sehingga semua pihak (entitas yang terlibat tadi) sama-sama untung alias tak ada yang dirugikan. “Karena itu, aliran uang dari eksportir ke agen, terus pedagang pengumpul, dan akhirnya ke nelayan, harus dipastikan lancar. Begitu juga aliran informasi diantara mereka, harus juga lancar,” kata Eni Yulinda yang sudah pula memetakan sistem rantai pasokan ikan laut di Rokan Hilir, sentra produksi ikan laut di perairan Riau Bagian Utara (Selat Malaka).

Selama di lapangan, tim peneliti ini sempat berdiskusi dengan Bupati Inhil HM Wardan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Inhil Ir Ery Putra di Rumah Dinas Bupati. “Hasil riset ini akan kita bukukan,” pungkas kandidat doktor Ekonomi Universitas Selangor Malaysia yang menulis disertasi tentang manajemen rantai pasok ini.  [mas]




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top